Mengapa Imam Mahdi Tidak Hadir Di Tengah-Tengah Umat Manusia?

Syiahindonesia.id — Kenapa Imam Mahdi af tidak hadir di tengah masyarakat sebagaimana imam-imam yang lain?

Gaibnya Imam Mahdi af adalah salah satu rahasia Ilahi yang boleh jadi kita tidak dapat mengetahui hakikat yang sebenarnya di balik itu. Walau pun sementara tapi para pemimpin Ilahi yang sebelumnya juga pernah gaib dari umat mereka, seperti Nabi Musa bin Imran as yang gaib dari umatnya selama empat puluh hari di Miqat.[1] Nabi Isa Al Masih as juga dengan kehendak Allah Swt gaib dari umatnya sehingga musuh-musuh jahat tidak berhasil membunuhnya.[2] Begitu pula dengan Nabi Yunus as, beliau sempat gaib dari umatnya.[3]

Pada prinsipnya, setiap hal yang terbukti oleh riwayat mutawatir tapi manusia tidak mampu untuk mengetahui rahasia di balik hal itu secara sempurna tidak sewajarnya untuk diragukan atau pun diingkari, karena jika cara seperti ini diperkenankan maka akan banyak sekali hukum Allah Swt yang diragukan atau diingkari padahal termasuk hal-hal yang pasti menurut agama Islam. Gaibnya Imam Mahdi af juga tidak terkecualikan dari prinsip ini, ketidaktahuan akan rahasia yang sebenarnya di balik kenyataan ini tidak seyogianya dijadikan alasan oleh siapa pun untuk meragukan atau mengingkari kenyataan tersebut. Kendati demikian, rahasia di balik kegaiban beliau dapat diraba sesuai kemampuan berpikir manusia.

Imam Mahdi af hujjah Ilahi terakhir yang dipersiapkan untuk merealisasikan cita-cita besar -tegaknya keadilan dan berkibarnya panji kebenaran di seluruh dunia-. Cita-cita besar ini butuh waktu yang lama, perkembangan akal dan ilmu serta kesiapan ruh umat manusia, karena dengan demikian dunia mampu menjadi lahan yang tepat bagi imam keadilan dan kebebasan. Kemunculan dini beliau tentu saja tidak bisa menjanjikan kebangkitan yang global dan komprehensif, sebab jika beliau muncul di tengah masyarakat sebelum sarana dan prasarananya terpenuhi niscaya beliau akan bernasib seperti hujjah-hujjah Allah Swt yang sebelumnya, beliau akan mati syahid dan meninggalkan dunia ini sebelum cita-cita besar itu tercipta.

Para imam suci as juga telah menyinggung rahasia ini di dalam hadis yang diriwayatkan dari mereka. Antara lain, Imam Muhammad Baqir as berkata, ‘Imam Mahdi Al Qaim akan gaib dari umatnya sebelum kemudian muncul di tengah mereka.’ Perawi menanyakan hikmahnya dan beliau menjawab, ‘Supaya tidak terbunuh.’[4] Selain itu, sebagian hadis menyebutkan cobaan bagi umat manusia sebagai rahasianya; dengan kata lain, di masa gaibnya Imam Mahdi af, umat manusia senantiasa diuji coba oleh Allah Swt sehingga tingkat keteguhan mereka dalam iman dan akidah terbukti nyata.[5]

Singkat kata, Imam Mahdi af adalah washi Ilahi yang diciptakan untuk menyempurnakan umat manusia dari segala sisi dan menegakkan satu pemerintahan Ilahi. Cita-cita ini akan tercapai ketika mereka mempunyai kesiapan untuk menyambut kedatangan hujjah Ilahi ini, jika tidak maka kemunculan beliau di tengah masyarakat tidak lain akan menyebabkan kesyahidan beliau sebelum tercapainya cita-cita tersebut. Karena itu, beliau hidup di balik tabir kegaiban, walau pun beliau hidup di tengah masyarakat dan mereka melihatnya tapi mereka tidak mengenali siapa beliau yang sebenamya, dengan demikian beliau terselamatkan dari sengatan musuh-musuh kebenaran dan keadilan.

Lebih dari itu, mengingat bahwa pemerintahan beliau bersifat global dan realisasinya tergantung sekali pada situasi serta kondisi tertentu yang tidak tersedia pada waktu beliau lahir ke dunia, maka tidak mau tidak beliau gaib sampai kelaziman-kelaziman itu terpenuhi.

CATATAN :

[1] QS. Al-A’raf [7]: 142.

[2] QS. Al-Nisa’ [4]: 158.

[3] QS. Al-Shaffat [37]: 140.

[4] Kamal Al-Din, Syaikh Shaduq, bab 14, hadis no. 8, 9, dan 10.

[5] Bihar Al-Anwar, Majlisi, jld. 52, hal. 102, 113 dan 114, bab Al-Tamhish wa Al-Nahy ‘an Al-Tauqit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *