Imam Musa Al-Kadzim Dan Penghormatan Harun Al-Rasyid

Syiahindonesia.id – Ma’mun adalah khalifah dinasti Abbasiah. Ia mengaku mencintai keluarga nabi. Di suatu hari, ia berkata kepada anak buahnya: Tahukah kalian aku belajar cinta terhadap Ahlul Bait dari siapa?

Mereka menjawab: Kami tidak tahu.

Ma’mun menjelaskan: Dari ayahku, khalifah Harun Ar-Rasyid. Semua orang pun heran dan berkata: Bukannya ayahmu membenci Ahlul Bait, dan membunh imam- imam Ahlul Bait?

Ma’mun menjelaskan lebih banyak: Pada suatu hari, aku ikut menjalankan ibadah haji dengan ayahku. Saat itu ia memberi hadiah kepada banyak orang dari kelompok manapun.  Kurang lebih ia membagi-bagikan 5000 Dinar kepada mereka. Adapun orang-orang tertentu yang baginya spesial, ia melebihkan untuknya.

Tak lama kemudian, datang seseorang bernama Musa Al-Kadzim kepadanya. Harun tergopoh-gopoh menyambutnya dengan luar biasa. Ia berdiri, menempatkan Imam di tempat duduknya, lalu meminta anak-anaknya untuk mengantarkannya pulang. Harun Ar-Rasyid juga memberikan hadiah kepadanya, namun hanya berjumlah 200 Dinar. Aku pun terkejut dengan hal itu; penghormatan ayahku, dan pemberiannya yang sedikit. Aku bertanya kepada ayahku siapa orang itu?

Ayahku menjawab: Orang itu? Ia adalah khalifah Allah atas umat yang beriman, makhluk Allah yang terbaik. Demi Tuhan semua kedudukan ini lebih pantas untuknya daripada aku.

Aku bertanya: Bukannya engkau khalifah sebagaimana yang ada saat ini?

Ia menjawab: Ya, aku hanya khalifah yang duduk di atas kursi kekuasaan atas paksaanku dan kekuatanku. Namun Ia, adalah seorang Imam, khalifah yang disucikan Allah untuk umat-Nya.

Aku kembali bertanya: Lalu mengapa engkau meberi hadiah sangat sedikit kepadanya?

Harun marah dan menjawab: Diam kamu! Jika kamu terus bertanya akan hal ini aku akan membunuhmu!

Aku lebih senang mereka (para Imam) kelaparan daripada mereka sejahtera. Karena aku takut kekuasaanku jatuh ke tangan mereka.

Demikianlah Harun Ar-Rasyid yang hanya berpura-pura mengagungkan keluarga nabi namun pada dasarnya khalifah-khalifah seperti itu telah merampas hak-hak mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *