Hadis 12 Imam dalam Kitab Ahlu Sunnah

Syiahindonesia.id —Syiah mendasarkan kepercayaan mereka pada banyak hadis yang mengisyaratkan mengenai hal ini. Selain tersebar dalam literatur hadis Syiah, hadis-hadis yang mengarah pada pemahaman ini juga terdapat dalam berbagai versi dalam literatur Ahlus Sunnah, sebagai berikut.

Sahabat Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang hal itu sejak aku datang ke Irak.” Kemudian, dia berkata, ‘Ya, kami telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah Saw., lalu dia menjawab, “Dua belas, seperti bilangan pemimpin Bani Isra’il.”

Imam Ahmad ibn Hanbal juga meriwayatkan hadis ter sebut dengan jalur yang lain.[1]

جابر بن سمرة قال دخلت مع أبي على النبي (صلى الله عليه وآله) فسمعته يقول (إن هذا الامر لا ينقضي حتى يمضي فيهم إثنا عشر خليفة) قال ثم تكلم بكلام خفي علي قال: فقلت  لابي ما قال، قال: كلهم من قريش »

Dia juga meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Jabir ibn Samurah yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda pada haji Wadâ’, agama ini senantiasa akan mengalahkan orang yang memusuhinya, dan orang yang menentangnya tidak akan membahayakannya sehingga berlalu dua belas pemimpin dari umatku, semuanya berasal dari Quraisy.”[2]

يكون بعدي إثنا عشر أميرً ا، فقال كلمة لم أسمعها، فقال أبي أنه قال كلهم من قريش

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahîh-nya dari Ja bir ibn Samurah yang berkata, “Aku bersamaayahku pernah masuk menemui Nabi Saw., lalu aku mendengar dia bersabda, ‘Sesungguhnya urusan (agama) ini tidak akan punah sehingga berlalu dua belas khalifah.’ Ke mudian, dia berkata sesuatu yang samar bagiku, maka aku menanyakan hal itu kepada ayahku. Ayahku ber kata bahwa dia bersabda,Semuanya berasal dari Qu raisy.’”[3]

لا يزال الاسلام عزيزً ا إلى اثنى عشر خليفة كلهم من قريش

“Islam selalu mulia di bawah pimpinan dua belas khalifah yang semuanya dari Quraisy.”[4]

Muslim juga meriwayatkan dalam Shahîh-nya dari Nabi Saw. bahwa dia bersabda, “Agama ini akan tetap tegak berdiri sehingga tiba Hari Kiamat dan ada pada mereka dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”[5]

Dalam riwayat yang lain,

لا يزال أمر الناس ماضيً ا ما وليهم إثنا عشر رجً لا كلهم من قريش

“Urusan manusia akan senantiasa berjalan se -lama mereka dipimpin oleh dua belas orang laki-laki, semuanya berasal dari Quraisy.”

Dalam riwayat yang lain, “Agama Islam ini akan senantiasa mulia selama dipimpin oleh dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”

Dalam riwayat yang lain, “Agama ini akan senantiasa mulia dan kukuh selama dipimpin oleh dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”

Dalam Sunan at-Tirmidzi disebutkan hadis yang sama, tetapi dengan menggantikan kata “khalifah” menjadi “amir”.[6]

Dalam Shahîh Al-Bukhâri dari Jabir ibn Samurah bahwa Nabi Saw. bersabda,

يكون بعدي إثنا عشر أميرً ا، فقال كلمة لم أسمعها، فقال أبي أنه قال كلهم من قريش

“Setelahku ada dua belas amir (khalifah), lalu beliau berkata sesuatu yang tidak aku dengar. Ayahku berkata bahwa ia bersabda, ‘Semuanya berasal dari Quraisy.’”[7]

Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Perkara ini (kekhalifahan) akan senantiasa berada pada Quraisy selama masih ada dua belas orang dari mereka.”[8] Al-Muttaqi menyebutkan dalam Kanzul ‘Ummâl dari Nabi Saw. sesungguhnya dia bersabda, “Setelahku ada dua belas khalifah.”[9]

Ibn Hajar menyebutkan dalam Shawa’iq-nya, “Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ibn Samurah bahwa Nabi Saw. bersabda, ‘Setelahku ada dua belas amir (khalifah), semuanya berasal dari Quraisy.’”[10]

Dalam hadis yang disebutkan dalam kitab Yanabiul Mawaddah, Al-Qunduzi Al-Hanafi begitu juga da lam Tafsir Al-Burhan dari Sahabat Jabir ibn Ab dullah Al-Anshari, bahwa di saat turun fi rman Allah Swt.Yang berbunyi: Athiy’ullaaha wa athiy’ur rasuula wa ulil amri minkum … (taatlah kalian kepada Allah, taatlah kalian kepada Rasul dan Ulil Amri di antara kalian …). Aku (Jabir) berkata, “Wahai Rasulullah, kamu tahu Allah dan Rasul-Nya, namun siapakah ulil amri yang Allah sandingkan ketaatan kepadanya dengan ketaat an kepadamu?” Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Me reka adalah para khalifahku wahai Jabir dan imam kaum Muslim setelahku, yang diawali oleh Ali ibn Abu Thalib, kemudian Hasan, kemudian Husain, kemudian Ali ibn Husain, kemudian Muhammad ibn Ali yang dike nal dalam kitab Taurat dengan julukan Al-Baqir, eng kau akan berkesempatan untuk bertemu dengannya dan di saat engkau bertemu dengannya, maka sampaikan salamku kepadanya. Kemudian, setelahnya adalah Shadiq, yaitu Jakfar Putra Muhammad, kemudian Musa ibn Jakfar, kemudian Ali ibn Musa, kemudian

Muhammad ibn Ali, kemudian Ali ibn Muhammad, kemudian Hasan ibn Ali, kemudian yang sama dengan namaku, yaitu Muhammad dan yang sama dengan julukanku, yaitu Hujjah Allah di muka bumi dan baqiyyah– Nya di antara hamba-Nya, Putra Hasan ibn Ali. Dialah yang Allah akan memenangkan (Islam) atas seluruh yang di Timur dan di Barat dengan tangannya. Dia lah yang akan gaib dari Syiah (pengikut)-nya serta para penolongnya sehingga tidak akan kukuh keimanan seseorang akan kepemimpinannya, kecuali orang yang telah teruji hatinya untuk beriman.”

Sahabat Jabir bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Syiah nya akan mendapatkan manfaat darinya di saat dia gaib?” Rasulullah Saw. menjawab, “Demi yang meng utusku sebagai Nabi, mereka mendapatkan caha yanya dan mendapatkan manfaat dengan kepe mimpinannya di masa gaibnya seperti manusia me manfaatkan matahari di saat tertutup oleh awan.”

Menurut kaum Syiah, hadis-hadis tentang dua belas khalifah tersebut hanya dapat diterapkan kepada Dua Belas Imam Ahlul Bait. Dengan alasan per tama, karena hadis-hadis yang dikutip di atas hanya membolehkan kepemimpinan di tangan seorang selain dari Quraisy. Selain itu, jumlah khalifah dari Bani Umay yah dan ‘Abbasiyah melebihi dua belas orang. Sementara itu, para khalifah Bani Umayyah dan ‘Abbasiyah yang memenuhi kriteria khalifah yang baik, jumlahnya tidak mencapai dua belas orang. Kedua, jika bukan para Imam Ahlul Bait, hal ini meng ha ruskan adanya selang waktu antara seorang imam dan imam yang lain sehingga terdapat kekosong an zaman dari imam. Hal ini tidak dapat dibenarkan se suai hadis sahih yang diriwayatkan dari Nabi Saw., “Ba rang siapa mati dalam keadaan tidak mengenal imam zamannya, maka ia mati dalam keadaan jahi liah.” [Sumber: Buku Putih Mazhab Syiah]

[1] Lihat, Musnad Ahmad ibn Hanbal, jil. 1, hal. 406

[2] Shahîh Muslim, jilid 4, halaman 79

[3] Lihat, Shahîh Muslim, jil. 2, hal. 79, bab Sesungguhnya Orang-Orang itu Mengikuti Quraisy.

[4] Shahîh Muslim, jilid 2, bab Manusia Mengikuti Quraisy.

[5] Ibid.

[6] Lihat, Sunan At-Tirmidzi, jil. 2.

[7] Lihat, Shahîh Al-Bukhâri, jil. 4, bab Hukum-hukum.

[8] Ibid., bab Manakib Quraisy dan dalam bab Para Khalifah Berasal dari Quraisy.

[9] Lihat, Al-Muttaqi, Kanzul ‘Ummâl, jil. 6, hal. 160.

[10] Lihat, Ibn Hajar, Shawa’iq, bab 11, pasal 2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *