Ambang Kebangkrutaan Saudi Akibat Invasi atas Yaman

Ambang Kebangkrutaan Saudi Akibat Invasi atas Yaman

Oleh: Abu Muhammad Syahab

Berapa besar persisnya kerugian Saudi dalam perangnya terhadap Yaman, tidak ada siapapun yang tahu. Namun yang pasti adalah dampaknya yang sangat besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik dan keagamaan di kerajaan yang dikenal dengan ajaran Wahabinya ini.
Perang yang gagal ini benar-benar telah menjatuhkan Saudi ke dalam kubangan lumpur yang dalam yang membuatnya sulit untuk keluar dan menyelamatkan diri. Nasibnya hampir sama dengan Amerika yang terperosok dalam di kubangan lumpur Vietnam di tahun 60an abad yang lalu. Apalagi kelompok Houti ini telah membuktikan bahwa mereka cukup tangguh dan punya “nafas” yang panjang.
Di hari pertama dari tahun keempat invasi Saudi, (Saudi mulai invasi 26 maret 2015) kelompok Houti telah menembakkan tujuh roket ke berbagai sasaran di Saudi. Tembakan itu adalah pesan penting bagi Saudi bahwa rakyat Yaman mampu melanjutkan perang dan kekuatan militer bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah Saudi dan Yaman.
Untuk menangkal 7 roket balistik Houti ini, Saudi telah menembakkan minimal 21 buah peluru kendali patriotnya yang setiap satunya berharga 3 juta dolar. Artinya untuk menangkal roket balistik Yaman saja Saudi harus mengeluarkan 21 juta dolar Amerika.

Biaya Perang Invasi Saudi
Zuhair Hamdani dalam aljazeerah.net menukil laporan militer Saudi yang menyatakan bahwa biaya operasi pesawat tempur dalam perang Yaman ini sampai pada angka 230 juta dolar per bulan. Artinya selama 3 tahun perang Saudi harus merogoh 8 miliar dolar untuk menerbangkan pesawat tempurnya saja untuk menghujani rakyat Yaman dengan bom-bomnya.
Pada bulan Maret 2017 yang lalu, Koalisi Negara Teluk yang dipimpin Saudi mengatakan bahwa pesawat tempurnya telah melakukan penerbangan dan pengeboman sebanyak 90 ribu kali. Itu berarti biaya pengeboman udara selama dua tahun itu sebanyak 7 sampai dengan 9 miliar dolar. Karena biaya sekali terbang untuk sebuah pesawat tempur berkisar 84 sampai dengan 104 ribu dolar; sesuai dengan standar operasional angkatan udara Amerika.
Foreign Policy melaporkan bahwa biaya dua satelite militer dalam 6 bulan pertama perang adalah 1,8 miliar dolar; sementara biaya pesawat pengintai AWACS adalah 250 ribu dolar perjam. Itu artinya pertahun sekitar 1,08 milar dolar.
Majalah Times Inggris mengestimasi biaya perang ini sekitar 200 juta sehari atau 72 miliar dolar setahun atau 216 miliar dolar selama 3 tahun ini.
Sumber lain berkata bahwa biaya perang yang sesungguhnya lebih besar dari itu.

Akibat perang yang tidak jelas ini, devisa negara Saudi yang terkuras juga luar biasa. Pada bulan juli 2017 jumlah devisa negara yang tersisa adalah 487 miliar dolar, jauh berkurang dari 737 miliar dolar pada bulan yang sama di tahun 2014.
Untuk mencari penggantinya akhirnya kerajaan Saudi melakukan pinjaman, sesuatu yang hampir tidak pernah dilakukan sebelumnya, juga mengenakan pajak, menaikkan harga terutama terhadap tenaga-tenaga kerja asing yang ada di Saudi. Krisis ini kemudian melahirkan kondisi sosial yang cukup menegangkan baik secara politik maupun sosio-agama,
Anggaran belanja negara tahun 2018 yang sekitar 261miliar dolar, 83 miliar dolarnya atau sepertiganya dialokasikan untuk membiayai perang invasi atas Yaman ini.

Kerugian Jiwa
Harian Washington Post memprediksi bahwa korban jiwa di pihak kerajaan Saudi di wilayah selatan sekitar 2500 tentara, 60 darinya adalah perwira dan komandan lapangan; plus 650 tank-tank yang hancur di wilayah seperti Najran, Jazan dan Usair ditambah lagi ratusan kendaraan seperti truk dan sejenisnya.
Sesuatu yang tidak terprediksi oleh Saudi adalah gempuran balasan dari pihak Houti di wilayah selatan yang mengakibatkan kerugian jiwa dan benda yang tidak sedikit. Sampai kini Houti terus melancarkan serangan di propinsi-propinsi seperti Usair, Jazan dan Najran. Setiap hari kelompok Houti ini melepaslan tembakan meriam sekitar 20 sampai dengan 500 tembakan; bahkan sebagiannya telah dikuasai Houti.
Akibatnya banyak perusahaan-perusahaan dan pusat-pusat bisnis di daerah selatan ini kemudian tutup dan lari. Diperkirakan ada 10 desa yang ditinggalkan penduduknya, 7000 jiwa lari meninggalkan daerah selatan; 500sekolah tutup dan banyak lagi kerugian-kerugian yang lain.
Diprediksi bahwa biaya perang yang sangat mahal dengan kerugian jiwa yang tidak sedikit ditambah dengan runtuhnya ekonomi Saudi akan mengakibatkan mereka tidak akan mampu bertahan lama. Pada waktu yang tidak terlalu lama lagi dunia akan menyaksikan kerajaan Saudi akan bertekuk lutut hina di hadapan rakyat Yaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *