Mengenal Bulan Rajab

Syiahindonesia.id Ayatullah Tahriri, dalam sebuah ceramah, menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa Allah menentukan waktu dan tempat khusus dan mulia bagi manusia adalah karena manusia senantiasa membutuhkan penyegaran dan peringatan. Manusia senantiasa lupa dan terkadang amal baik yang dilakukan, ditinggalkan karena merasa bosan. Oleh karena itu, Allah mengkhususkan waktu dan tempat tertentu bagi manusia, agar dapat kembali ke haribaan-Nya. Mampu mengurai benang malas dan kembali merajut hubungan dengan-Nya. Karena di waktu dan tempat tertentu itu, Allah membuka lebar-lebar pintu-Nya dan menyediakan segala fasilitas (plus discount) yang dibutuhkan seorang hamba untuk kembali pada-Nya.

 

Salah satu waktu khusus itu adalah bulan Rajab. Rajab adalah salah satu bulan haram. Berperang di dalamnya terlarang. Bulan ini memiliki ribuan keutamaan, sampai-sampai Rasulullah saw bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan Allah yang agung dan tidak ada bulan lain yang dapat menandingi kemuliaan dan keutamaannya…”[i]

 

Imam Musa bin Ja’far as pernah berkata, “Rajab adalah nama sebuah sungai di surga yang lebih putih dari air susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, ia pasti akan meneguk air sungai tersebut.” [ii]

 

Diriwayatkan dari Imam Ja’far ash-Shâdiq as bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan permintaan ampun umatku. Oleh karena itu, mintalah ampunan pada bulan ini sebanyak mungkin, karena Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Bulan Rajab dinamakan ‘Ashabb’, karena rahmat Allah akan dicurahkan atas umatku pada bulan ini. Dengan demikian, perbanyaklah membaca, ‘astaughfirullâh wa as`aluhut-taubah’ (aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya).”[iii]

 

Rasulullah saw juga bersabda bahwa Rajab adalah bulan Allah, sebagaimana Sya’ban adalah bulan beliau, dan Ramadhan adalah bulan kita (umat beliau).[iv]

 

Melihat hadis-hadis di atas, tidaklah heran jika Rasulullah saw dan Ahlulbayt as punya perhatian khusus di bulan ini. Mereka mengajarkan kepada para pengikut dan pecinta mereka amalan-amalan yang dikhususkan di bulan ini. Secara umum, amalan yang paling ditekankan di bulan ini adalah beristigfar dan berpuasa. Selain itu, juga ada doa-doa yang bisa dibaca kapan saja di bulan ini maupun doa-doa dan amalan khusus hari-hari tertentu, seperti Nishfu Rajab.

 

Doa-doa pendek di bulan ini memeliki beberapa kriteria yang mirip antara satu dengan yang lain. Salah satu kriteria tersebut adalah bahwa dalam doa-doa bulan ini kita diajarkan mengenal Allah dengan segala keagungannya, serta penegasan ketidak berdayaan manusia. Perhatikan doa indah yang disunahkan dibaca di setiap hari bulan Rajab ini:

يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِيْنَ وَ يَعْلَمُ ضَمِيْرَ الصَّامِتِيْنَ، لِكُلِّ مَسْأَلَةٍ

مِنْكَ سَمْعٌ حَاضِرٌ وَ جَوَابٌ عَتِيْدٌ،

Wahai Yang memiliki (baca : mengabulkan) segala hajat orang-orang yang memohon dan mengetahui (isi) hati orang-orang yang diam, Engkau selalu mendengar setiap permohonan dan memiliki jawaban yang selalu siap untuknya.

 

اَللَّهُمَّ وَ مَوَاعِيْدُكَ الصَّادِقَةُ وَ أَيَادِيْكَ الْفَاضِلَةُ وَ رَحْمَتُكَ الْوَاسِعَةُ،

فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ أَنْ تَقْضِيَ حَوَائِجِيْ لِلدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيئٍ

قَدِيْرٌ

Ya Allah, janji-janji-Mu benar, nikmat-nikmat-Mu melimpah, dan rahmat-Mu luas. Maka, aku memohon kepada-Mu agar Engkau melimpahkan shalawat atas Muhammad

dan keluarga Muhammad, dan mengabulkan segala hajatku di dunia dan akhirat, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.[v]

 

Perhatikan juga terjemahan doa berikut ini: Wahai Pemilik karunia yang melimpah, nikmat yang beraneka-ragam, rahmat yang luas, kekuasaan yang sempurna, nikmat yang agung, anugrah yang besar, karunia yang indah, dan pemberian yang agung; Wahai Yang tak tersifati dengan (jalan) perumpamaan, tak tertandingi oleh sekutu, dan tak terkalahkan oleh siapa pun. Wahai Yang menciptakan lalu memberikan rezeki, mengilhami lalu membuat (makhluk) berbicara, menciptakan lalu memulai (penciptaan), tinggi lalu membumbung (tinggi), menentukan lalu membaikkan (nya), membentuk lalu mengokohkan(nya), berhujjah lalu menyampaikan, memberikan nikmat lalu menyempurnakan, memberikan (pemberian) lalu memperbanyak, dan memberikan anugrah lalu menambah; Wahai Yang Maha Tinggi kemuliaan-Nya sehingga mata-mata yang melihat tak mampu melihat-Nya, dan Maha Dekat karunia-Nya sehingga tak terlintas dalam alam pikiran; Wahai Yang Tunggal kerajaan-Nya sehingga tiada sekutu bagi-Nya dalam area kekuasaan-Nya dan Yang Esa dalam kenikmatan dan kebesaran sehingga tiada tandingan bagi-Nya dalam kedudukan-Nya; Wahai Yang dalam (memahami) kebesaran wibawa-Nya akal-akal yang jenius kebingungan, dan dalam menjangkau keagungan-Nya mata-mata manusia yang jeli merasa lemah; Wahai Yang wajah-wajah lelah karena kewibawaan-Nya, kepala-kepala tertunduk karena keagungan-Nya, dan kalbu-kalbu tergetar karena takut kepada-Nya…”[vi]

 

Rajab adalah bulan mulia. Amalan-amalan yang telah diriwayatkan di dalamnya akan mengantarkan kita kepada pengetahuan hakiki terhadap Allah. Doa-doa yang dibaca setiap hari akan menambah makrifat dan rasa penghambaan kita. Dengan benar-benar mengenal keutamaan bulan ini, kita tentunya akan menyiapkan diri dan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan karunia-karunia yang Allah khusus taburkan di bulan ini. Bulan Rajab adalah kesempatan terbaik untuk melatih jiwa yang sering kali lalai. Bulan ini juga merupakan pendahuluan bagi kita untuk memasuki bulan Ramadhan. Kita diajurkan untuk menata diri di bulan ini, juga di bulan Sya’ban, agar ketika Ramadhan datang, kita telah siap memasuki jamuan Ilahi. Jasmani maupun rohani. Insya Allah.

 

Sumber: Al-Hassanain.org

 

CATATAN :

[i] Mafatihul Jinan, Bab 2, Pasal 1, Keutamaan dan

Amalan Bulan Rajab

[ii] ibid

[iii] ibid

[iv] ibid

[v] ibid

[vi] ibid

 

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *