Israiliyyat

Israiliyyat (2)

Sebuah Telaah Komprehensif

oleh : Idrus al Habsyi

Bagaimana riwayat israiliyat bisa menyusup ke dalam warisan hadis-hadis ?

Kaum Yahudi dahulu tinggal di Madinah munawarah membaur bersama kaum muslim lainnya. Sebagian dari mereka telah masuk Islam, sebab munafiq atau sebab puas dengan Islam. Dengan berbaurnya kaum Yahudi, sebagian sahabat meriwayatkan sebagian riwayat dari kaum Yahudi. Dan akhirnya tercatat di dalan kitab-kitab hadis. Apakah riwayat-riwayat israiliyat itu menyusup juga ke warisan kitab-kitab Imamiyah atau tidak ?

Di sini ada beberapa peneliti Ahlulsunah seperti, Ahmad Amin dan lainnya mengatakan :ya benar, bahwa warisan kitab hadis Imamiyah telah disusupi oleh sebagian riwayat israiliyat.

Muhammad Husein Azzahabi menukil dalam kitabnya “Alisrailiyat fit tafsir wal hadis”. Ia berkata :bahwa musuh-musuh Islam seperti Yahudi merasa terancam dengan kehadiran Islam dan mereka tidak punya kekuatan. Tiba-tiba seorang dari mereka masuk Islam. Saat itu hati mereka tentang Islam kosong sama sekali. Dan mereka mengikuti (Ahlulbait) keluarga Nabi saw diiringi dengan kebencian dengan menuduh, bahwa kaum Syiah yang telah memasukkan riwayat-riwayat israiliyat ke warisan hadis-hadis.

Mereka menyusun setiap hadis yang aneh dan mengkemasnya dengan indah, semua itu berpangakal dari akar-akar Yahudi. Dikatakan, bahwa Abdullah bin Saba akar dari fitnah dan kesesatan. Dibalik semua itu kaum saba memprotes Islam dan mencaci pengikut keluarga Nabi saw yang dianggap sebagai biang makar dan tipu daya. Mereka kaum Saba mempunyai peran besar dalam mengumpulkan hadis-hadis israiliyat.

Ia juga mengatakan,  bahwa  warisan hadis-hadis Imamiyah banyak menyimpan hadis-hadis israiliyat, sebab Imamiyah bersandar kepada Abdullah bin Saba. Dan ia sebagai sumber penyebar fitnah dan malapetaka. Ia juga yang telah menyusupi hadis-hadis israiliyat kedalam warisan Imamiyah.

Pertama, kalian harus ketahui masalah Abdullah bin Saba, bahwa para pakar hadis mengatakan, masalah ini tidak benar sama sekali. Tidak ada orang yang bernama Abdullah bin Saba sebagai perawi riwayat-riwayat (dikatakan Abdullah bin Saba seseorang yang telah masuk Islam di jaman Imam Ali as dan bergabung dengan kelompok Imam Ali as)

Ia seorang provokator dari kalangan Yahudi melakukan apa saja yang diinginkan. (Seluruh kisah-kisah itu diriwayatkan dari Saif bin Umar dan namanya tercatat dalam kitab-kitab Ilmu rijal Ahlulsunah saja, mereka menfitnah dan mengklemnya sebagai zindiq sang pendusta. Ia mengatakan riwayat-riwayat itu dinukil dari Abdullah bin Saba seorang pemuka Syiah, dan siperawi dari kisah itu seorang laki dari Ahlulsunah.

Kedua, jika Abdullah bin Saba nyata keberadaannya seharusnya di sebagian riwayat-riwayat kitab-kitab Syaih tertulis namanya sebagai Abdullah bin Saba. Apakah mungkin warisan Syiah berasal dari Yahudi dan kita tidak pernah sama sekali melihat satupun riwayat darinya ? Bacalah seluruh kitab Syiah (kutubul arba’ah) seperti, tahzib, Alistibshor, Alkafi, man la yahdhur faqih).

Bacalah kitab-kitab lebih dari 26 ribu hadis tidak ada satupun hadis yang berasal dari Abdullah bin Saba. Tidak masuk akal kalau ia dikatakan sebagai pendiri mazhab Syiah. Kenapa tidak ada satupun hadis-hadisnya walaupun satu ?

Doktor Thoha Husein dalam kitabnya “alfitnah alkubra” juz 2 hal 902 mengatakan :serangan kepada Syiah di masa umamiyah dan Abbasi dengan membuat figur Abdullah bin Saba.

Masalah sejarah Abdullah bin Saba menjadi salah satu bagian musuh Syiah. Dan kejadian-kejadian ini disusun untuk menyerang Syiah pada masa Bani ummayah dan Abbasyiah dengan tujuan membuat suram gambaran pengikut Imam Ali as.

Bagaimana sikap Imamiyah dan para ulama mengahadapi hadis-hadis israiliyat ? Apakah mereka sadar dengan keberadaan hadis-hadis itu dengan melindunginya atau tetap menjaga warisan Imamiyah yang telah disusupi hingga lalai dengan fenomena ini ?

Jika ditelusuri riwayat-riwayat Israiliyat, kita dapati para Imam as dan ulama Syiah telah menyadari semua itu dan berusaha menangkal penyusupan kedalam kitab-kitab warisan Imamiyah. Sebagai contoh dari bukti sikap mereka :

Di jaman Imam Ali as bagaimana awal mula riwayat-riwayat sampai ke kaum muslim ? Diawali dengan cerita-cerita yang dibawa oleh kaum Yahudi yang baru masuk Islam dalam kondisi munafiq ataupun tidak. Mereka membaur duduk di mesjid-mesjid dan bercerita kisah demikisah. Masnyarakat dengan serius duduk menyimak dengan seksama saat itu. Dusta demi dusta dikumpulkan sedikit demi sedikit, dan mereka para ahli dalam bercerita. Pada akhirnya cerita demi cerita berubah menjadi riwayat-riwayat israliiyat hingga menyusup menjadi bagian warisan Syiah. Seperti Ka’ab bin Ahbar Wahab bin Munbih, Abdullah bin Salam. Mereka adalah provokator terkenal dan sebagai penyumbang riwayat-riwayat israiliyat terbanyak.

Sikap Imam Ali as dengan kejadian ini .

Kami tidak mengatakan Ahlulsunah menulis lalu mengatakan,  kholifah yang telah memberikan dukungnan ini ialah Imam Ali as.

Perhatikan dalam kitab ‘kanzul umal’ juz 1 hal 172. Imam Ali as mendatangi seorang yang sedang bercerita, dia as berkata :kamu bercerita dan kami ahli hadis di masa Rasul saw, jika kami mengetahui segala sesuatu, sudah pasti kami lebih mengetahuinya sebab kami lah yang selalu bersama dengan Rasul saw. Aku ingin bertanya padamu tentang dua masalah :

Jika kamu benar silahkan, tatapi jika salah aku akan ganjar dengan cabukan. Imam Ali as suatu hari berdiri dihadapan Ka’ab bin Alahbar seorang gembong perawi riwayat-riwayat israiliyat, dia as berkata padanya :ia seorang pendusta berat. Ibn Abi Hadid Almu’tazili meriwayatkan di juz 4 di kitab ‘syarh Annahj, dan diriwayatkan oleh Mahmud Abu rayyah juga di kitab “adwau ala ssunah Almuhamadiyah” hal 165.

Imam Bagir as menentang riwayat-riwayat israiliyat :

Lihatlah Alkafi Syeikh Alkulaini juz 4 hal 240. Imam as berkata :bahwa Ka’ab bin Alahbar seorang pendusta besar, sebab ia pernah berkata :ka’bah musarafah setiap pagi sujud kepada Baitul maqdis. Seakan-akan Si Ka’ab ini ingin menunjukkan , Baitul maqdis lebih mulia dari Ka’bah.

Jika demikian para Imam as melawan riwayat-riwayat israiliyat dengan tandingan riwayat-riwayat lain untuk menafikan dan membersihkan pemahaman masnyarakat.

Kisah

Salah satu kajian ulama kita dari hadis-hadis israiliyat, mereka telah menelaah riwayat yang dibawakan dari Assyuti di kitab “addurul mansur” dari jalur Annas dari Mujahid dan Assaddi dari Ibn Abbas, sebuah kisah panjang Nabi Daud as, tapi di sini kami potong kisah tersebut. ‘ketika Daud as berada di mihrabnya, tiba-tiba jatuh burung merpati, dia as akan mengambil (dia as sedang sholat). Lalu burung itu terbang ke lubang mihrab. Dia as beranjak untuk mengambilnya, tetapi terbang dari celah lubang itu. Dari lubang itu, Daud as melihat seorang wanita yang sedang mandi.

Tiba-tiba muncul gairah dengan wanita itu dan ingin menikahinya. Bagaiman dia as menikahinya sedang si wanita itu telah bersuami ?! Lalu dia as membuat rencana untuk membunuhnya dan mendapatkan si wanita itu. Setelah selesai masa iddah dari wanita itu, dia as menikahinya. Setelah beberapa lama lahir seorang anak dari pernikahan Daud as dengan si wanita itu. Anak itu bernama Sulaiman dan menjadi seorang Nabi. Seorang Nabi melakukan keburukan dan dari keburukan itu melahirkan seorang Nabi as. Apakah hal ini mungkin terjadi ? (bersambung)

 

 

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *