Rahasia dan Filsafat Kegaiban Bagian I

Rahasia Kegaiban

Syiahindonesia.id – Sebelum kita memulai pembahasan mengenai manfaat dan maslahat kegaiban Imam Mahdi as, harus kita pahami bahwa ilmu pengetahuan yang manusia raih melalui cara yang alamiah guna mendapatkan rahasia-rahasia penciptaan alam sampai hari ini belumlah tuntas. Dan, sekiranya pengetahuan manusia ini ribuan bahkan jutaan tahun sekalipun terus berlanjut perkembangan kemajuannya, maka apa yang ia ketahui dibandingkan dengan yang ia tidak ketahui adalah satu hal yang tak bisa dibandingkan dan sama sekali tidak memiliki arti. Seorang ilmuwan pernah mengatakan, “Sesuatu yang terbatas dalam perbandingannya dengan sesuatu yang tak terbatas itu juga pada posisi kalau kita mengumpulkan segenap pengetahuan yang dimiliki oleh manusia merupakan perbandingan yang bukan pada tempatnya.” Kalau seorang ilmuwan dengan pengetahuan yang ia miliki dibandingkan dengan rahasia alam penciptaan tentunya bukanlah perbandingan yang tepat bahkan merupakan hal yang lucu dan tanda dari kebodohan dan kejahilan manusia.

Imam Ali as bersabda, “Mahasuci Engkau, betapa besar apa yang kita lihat dari apa yang Engkau ciptakan dan apa yang kecil dari sisi qudrat-Mu adalah tersembunyi bagi kita”, karena itu seseorang tak dapat mengatakan bahwa sebuah benda yang kecil kalau dibandingkan dengan dunia yang besar ini disebabkan karena tiadanya pengetahuan yang ia miliki, ia tidak menerima bahkan memprotes penciptaan alam atau segelintir dari alam semesta ini, seseorang tak dapat mengatakan sistem alam ini tidaklah berguna atau tidak memiliki manfaat sama sekali.

Begitu juga tak seorang pun dapat mengatakan secara yakin bahwa dari bagian kecil ciptaan yang ada berikut kejadian-kejadian alam yang terjadi tidak terdapat rahasia dan titik tersembunyi, seseorang juga tak dapat mengatakan bahwa ia mengetahui segenap rahasia alam. Filosof, hakim dan para ilmuwan dari masa lalu dan yang akan datang mengatakan dengan bangga dalam serangkai syair:

Kosong jiwaku terasing dari ilmu
Faqir dari rahasia yang tak terpahami
Tujuh puluh dua tahun kuberjuang petang dan pagi
Akhirnya kuketahui bahwa aku tiada mengetahui
Pengetahuanku tiba dimana ku mengetahui bahwa aku tak mengetahui

Seorang wanita datang bertanya terkait dengan masalah yang dia hadapi pada seorang hakim. Sang hakim menjawab, “Saya tidak tahu.” Wanita itu berkata, “Wahai hakim, sang raja telah memberikan gaji dan upah kepadamu setiap bulan hingga kamu dapat menyelesaikan masalah dan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. Saya malu, engkau tak dapat menyelesaikan kesulitan yang saya hadapi. Engkau telah memperlihatkan kejahilan dan kebodohanmu?”
Sang hakim berkata, “Upah dan gaji yang diberikan oleh sang raja kepadaku bila dibandingkan dari apa yang saya ketahui tentunya cukup. Akan tetapi, kalau gaji dan upah itu dibandingkan dengan apa yang saya tidak ketahui sekiranya segenap uang yang ada di dunia dan emas dikumpulkan untuk diberikan kepadaku, maka sesungguhnya itu tidaklah cukup.”

Manusia senantiasa harus mencari dan menuntaskan ketidaktahuannya dalam memahami segenap rahasia alam. Kalau pada suatu saat kepintaran yang dibarengi dengan rasa keingintahuan yang tinggi dalam mencari rahasia-rahasia tersembunyi dari alam semesta ini berujung pada jalan buntu, maka ini kemudian tidak berarti bahwa sesuatu yang dicari itu tak ada. Begitupun juga ketika manusia dengan alat teleskop yang super canggih mampu melihat secara detail dari alam ini, begitu mereka tak mampu melihat keberadaan alam sana dengan teleskop, maka ini tidak berarti bahwa di sana tak ada suatu keberadaan yang dapat ditemukan. Begitu juga ketika seekor hewan yang tak dapat melihat warna-warna yang ada atau hewan tersebut melihat hanya dengan satu warna yang sama, kita tak dapat mengatakan bahwa warna-warna lain yang ada dan dikenal oleh manusia itu tak ada atau dengan kata lain mengingkari warna-warna tersebut. Gelombang supersonik yang tak dapat didengar oleh telinga manusia ketika manusia tidak dapat mendengarnya, tidak berarti bahwa gelombang supersonik itu tidak ada.

Kaidah yang kita sampaikan ini menjelaskan bahwa pada alam penciptaan, baik yang takwini maupun yang tasyri’i juga terdapat hal yang demikian. Pada alam tasyri’i, banyak hal yang kita temukan ketika akal manusia dan pembahasan filsafat belum dapat memahami. Begitu juga dengan alam tasyri’i dan alam takwini. Kedua hal ini saling berkesesuaian antara satu dengan yang lain. Tentunya dalam hal ini seseorang tak dapat protes karena dia tidak mengetahui apa yang ada pada sisi tasyri’i dan apa yang ada pada sisi takwini. Bahkan sekiranya dari kedua sisi ini (takwiniyah dan tasyri’iyah) kita temukan sebuah persoalan yang akal sehat dan argumentasi yang benar, disebabkan kerugian dan tiadanya manfaat dari yang ditimbulkannya, kita bisa saja menjadi tidak senang atau bahkan tidak menyukainya sama sekali. Namun demikian hal yang seperti ini belum kita temukan pada alam takwiniyah dan tasyri’iyah dan tak akan pernah kita temukan hal-hal yang seperti itu.

Dari pengantar di atas ini, kita menyatakan, “Kita dalam keimanan pada terhadap kegaiban Imam Mahdi as. Kita sama sekali tidak membutuhkan alasan untuk mengetahui rahasia kenapa Sang Imam digaibkan. Kita meyakini keberadaan beliau secara yakin betul dan kita secara umum juga mengetahui manfaat dari kegaiban sang imam.

Namun antara apa yang kita ketahui dengan apa yang kita tidak ketahui, antara apa yang terjadi dengan apa yang tidak terjadi maka sama sekali tidak memiliki kaitan. Kalaupun kita tidak mengetahui secara benar atau alasan sesungguhnya kenapa mesti harus ada kegaiban, maka pada kenyataannya hal ini tak akan mengubah kenyataan yang ada.

Kegaiban Imam Mahdi adalah sebuah kenyataan yang hal ini telah dibuktikan dengan periwayatan dari hadis-hadis mu’tabar. Semenjak masa kegaiban para ulama arif telah memiliki kesempatan bertemu dengan beliau yang merupakan manifestasi kesucian. Antara pembahasan yang ada pada pembahasan gaibnya Imam Mahdi baik dari rahasia kegaibannya maupun kemungkinan kemunculannya sama sekali tidak memiliki hubungan. Kita dapat mengatakan bahwa terkait dengan kegaiban beliau, kita tidak mengetahuinya tapi kita meyakini kegaibannya. Sama halnya kalau kita mengatakan bahwa kita tidak mengetahui manfaat dari banyak hal tapi dari keberadaanya kita meyakini bahwa sesuatu itu ada.

Ihwal Kegaiban

Harus kita ketahui bahwa pertanyaan-pertanyaan terkait dengan kegaiban sang Imam tidaklah dimulai dari zaman kita. Bahkan pertanyaan ini telah ada pada saat digaibkannya sang imam tadi. Terlebih jauh lagi sebelum kegaiban beliau. Bahkan sebelum kelahiran beliau, soal ini telah dikemukakan semenjak zaman para nabi dan para imam maksum lainnya seperti pertanyaan:
Kenapa mesti terjadi kegaiban dan apa manfaat dari digaibkannya beliau? Pada masa kegaiban, bagaimana kita dapat mengambil manfaatnya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini telah mebimbing kita pada kemunculan dari sang Imam dan tentunya ini adalah berita gembira. Jawaban-jawaban telah diberikan dari pertanyaan di atas dan sebagian akan kita utarakan secara ringkas.
Jawaban pertama yang menjadi alasan dan rahasia dari digaibkannya beliau dan hakikat sesungguhnya dari kegaiban beliau tak akan pernah diketahui sampai pada hari kemunculan beliau sendiri, sebagaimana hikmah dari apa yang dilakukan oleh Nabi Khidhir as pada saat bersama Nabi Musa as ketika beliau sama sekali tidak mengetahui alasan kenapa Nabi Khidhir as melakukan perbuatan-perbuatan tadi sampai pada masa berpisahnya mereka. Begitupun juga dengan manfaat dan faedah dari ciptaan-ciptaan yang ada, tumbuhan dan hewan bahkan dari jenis molekul-molekul sederhana seperti tanah, air, dan ciptaan-ciptaan lain. Bahkan manusia, sekalipun setelah berlalu bulan dan tahun, belum mengetahui hakikat sesungguhnya dari penciptaan mereka.

Jawaban kedua, salah satu hikmah dan rahasia kegaiban adalah ujian bagi hamba itu sendiri karena dengan perantaraan gaibnya Imam, terkhusus lagi jika rahasia digaibkannya sang imam tetap terjaga dan tidak diketahui, maka tingkat keimanan dan penyerahan orang-orang terhadap takdir dan ketentuan Ilahi akan terlihat dan kekuatan keyakinan dan tasdiq dari apa yang mereka ketahui akan nampak dengan jelas. Di zaman kegaiban dengan perantaraan kejadian dan fitnah-fitnah yang ada, ujian yang datang menimpa manusia pun semakin dasyat.

Salah satu dari rahasia kegaiban Imam Mahdi adalah bahwa masyarakat dunia secara perlahan-lahan bersiap untuk menerima kedatangan beliau, baik dari sisi kesiapan pengetahuan, kesiapan akhlak dan tentunya kesiapan amal karena kedatangan beliau seperti kedatangan para nabi, sebahagian dari keperluan dan kebutuhan yang ada bersandar pada sebab-sebab alami dari kemunculan beliau yang manajemen kepemimpinan beliau merupakan kepemimpinan dunia yang disandarkan pada hakikat hukum yang sebenarnya, tak ada lagi kepura-puraan, menekankan pada pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar, dan balasan yang keras terhadap amal perbuatan yang dilakukan. Beliau adalah tuan yang dirajakan, yang mengerjakan segenap pekerjaan yang ada dan tentunya pekerjaan yang sifatnya mutlak di sini membutuhkan kesempurnaan pengetahuan, tafakkur, kesempurnaan akhlak, di mana potensi perkembangan ilmu manusia menuju keuniversalan duniawi, dan pemerintahan hukum-hukum Al-Quran dapat terlaksana.

Di akhir pembahasan yang ada kita mengharapkan pembaca dapat merujuk pada buku-buku yang membahas tentang tema-tema kegaiban Imam Mahdi as seperti buku Ghaybah karya Nu’mani, Ghaybah karya Syekh thusi, Kamaluddin wa tamamun ni’mah, karena pada pembahasan tentang kegaiban pada buku-buku ini akan memberikan informasi yang sangat berguna .
Kita berharap bahwa Allah Swt menyegerakan kedatangan beliau dan menghiasi kehidupan ruhaniah kita dengan pemerintahan dunia Islam, dan memenuhi dunia dengan keadilan, menghapuskan segenap kezaliman dan ketidakadilan di dunia ini. Melepaskan manusia dari kehausan kekuasaan dan kudrat, yang tentunya semua ini merupakan keberkahan dari Rasulullah saw beserta Ahlulbaitnya yang disucikan.

Sumber: Erfan.ir

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *