Harapan Imam Mahdi as Dari Lapisan Masyarakat Bagian I

Syiahindonesia.id – Dalam doa “اللهم ارزقنا توفيق الطاعة” (Ya Allah! Anugerahkanlah kami rizki ketaatan [kepada-Mu]) Imam Mahdi as berdoa untuk berbagai lapisan masyarakat yang pada dasarnya menunjukkan penantian dan harapan beliau as. Doa ini dapat dibagi dalam dua klasifikasi: Bagian pertama, beliau as memohon dari Allah swt untuk semua orang dan bersifat umum, dan pada bagian kedua doa diperuntukkan bagi masing-masing lapisan masyarakat secara terpisah.

Pada bagian kedua, pada dasarnya beliau as menjelaskan pula harapan dan kekhawatiran beliau dari setiap lapisan. Target kita dalam artikel ini adalah bagian tersebut yang kini dengan seizin Allah swt kita akan mengisyaratkan sebagian darinya:

1- Ulama’
“و تفضل على علمائنا بالزهد و النصيحة”

“Dan anugerahkanlah kepada ulama’ kami kezuhudan dan nasehat”.[1]

Dalam bagian ini Imam Mahdi as menyatakan kekhawatiran beliau terhadap penumpukan harta dan nasehat yang ditinggalkan oleh ulama’.

Berkenaan dengan dua hal ini telah disinggung dalam riwayat-riwayat dan menjelaskan dua kriteria ini sebagai parameter untuk ulama’. Telah dinukil dari Imam Jakfar Shadiq as: “Bila kalian melihat seorang alim telah cenderung kepada dunia, maka tuduhlah dia; karena setiap pencinta akan mengitari di sekeliling yang dicinta. Allah swt telah mewahyukan kepada nabi Daud as: “Janganlah engkau menjadikan seorang alim yang tenggelam dalam dunia sebagai perantara Aku dan engkau karena ia akan menghalangi engkau dari mencintai-Ku. Mereka ini adalah perampok hamba-hamba-Ku. Minimal balasan-Ku bagi mereka adalah Aku akan mengambil kemanisan dan kelezatan beribadah kepada-Ku dari mereka.””[2]

Berhubungan dengan penggunaan ilmu, penjelasan hukum-hukum Ilahi dan nasehat untuk masyarakat, para imam as juga menyabdakan demikian: “Bila telah muncul bid’ah-bid’ah maka orang alim harus menampakkan ilmunya dan bila ia tidak melakukan hal demikian maka cahaya imannya akan dicabut.”[3]

Kita tambahkan pula sebuah poin bahwa al-Qur’an ketika menerangkan keistimewaan ulama’ ahli kitab juga menyinggung kegilaan terhadap dunia dan penutupan hakekat.

2- Kaum Pelajar
“و عل? المتعلمين بالجهد و الرغبة”

“Dan [anugerahkan pula] kepada kaum terpelajar kesungguhan dan kecintaan belajar”.

Doa dan harapan Imam Mahdi as dari seluruh kaum pelajar adalah supaya mereka menunjukkan kesungguhan, keseriusan dan kecintaan belajar dalam menuntut ilmu dan menjauhkan diri dari segala jenis kemalasan dan keenggana belajar. Imam Jakfar Shadiq as ketika menjelaskan tentara-tentara akal dan jahl (kebodohan), memandang kerajinan dan kesungguhan sebagai tentara akal sementara kemalasan sebagai tentara jahl,[4] dan oleh karena itulah Imam Shadiq as dalam sebuah doa berlindung kepada Allah swt dari kemalasan dan kelemahan usia lanjut:[5]

“اللهم انّي اعوذ بک من الکسل و الهرم”

Dalam kitab-kitab riwayat terdapat sebuah bab independen dengan tema “باب کراهة الکسل” dan disebutkan banyak riwayat dalam mencela kemalasan dan keengganan untuk belajar.

Imam Kadhim as bersabda: “Ayahku berkata kepada sebagian dari putera-putera beliau sebagai berikut:

“ااک و الکسل و الضجر فانهما ومنعانک من حظک من الدنيا و الآخرة”

“Hati-hatilah engkau dari kemalasan dan kejenuhan (ketidaksungguhan), karena keduanya akan menghalangimu dari bagian dunia dan akheratmu”.[6]

Imam Ali as bersabda: “Suatu saat ketika segala sesuatu berpasang-pasangan, kemalasan dan ketidakberdayaan akan dipersandingkan dan akan melahirkan anak bernama kafakiran”.[7]

Dalam wasiat-wasiat Nabi saw kepada Imam Ali as disebutkan: “Wahai Ali! Hindarilah dua karakter: Kemalasan dan ketidaksungguhan, karena ketika itu engkau tidak akan memiliki kemampuan melaksanakan haq dan akan kehilangan ketenangan”.[8]
Imam Jakfar Shadiq as juga bersabda:

“ا?اک و الضجر و الکسل انهما مفتاح سوء. انه من کسل لم يؤد حقا و من ضجر لم ?صبر على حق”

“Berhati-hatilah dari ketidaksungguhan dan kemalasan karena keduanya adalah kunci keburukan. Bahwasanya barangsiapa yang bermalas-malasan tidak akan dapat menunaikan haq dan barangsiapa yang tidak bersungguh-sungguh tidak akan bersabar atas haq”.[9]
Amirul Mukminin Ali as bersabda:

“آفة النُجْح الکسل”

“Penyakit kesuksesan adalah kemalasan”.[10]

Dan beliau as pun menyatakan kesungguhan dan keseriusan dalam menuntut ilmu sebagai salah satu kriteria orang-orang bertakwa (و حرصا في علم).[11]

3- Para Pemuda
“و على الشباب بالإنابة و التوبة”

“Dan [anugerahkanlah] kepada para pemuda untuk kembali [kepada perintah Allah swt] dan bertaubat”.

Dalam riwayat-riwayat terdapat atensi khusus terhadap para pemuda bahwa mereka memperoleh perhatian Allah swt. Imam Jakfar Shadiq as bersabda:

“اما علمت ان الله تعالى کرم الشباب منکم”

“Apakah Anda tidak mengetahui bahwa Allah swt memuliakan para pemuda di antara kalian”.[12]

Masa muda adalah masa pembentukan kepribadian dan oleh sebab itulah para imam maksum as menegaskan keakraban para pemuda dengan al-Qur’an. Imam Shadiq as bersabda: “Seorang pemuda mukmin yang membaca al-Qur’an, maka al-Qur’an akan mendarah daging dengannya dan Allah swt mengumpulkannya dengan abrar (orang-orang yang berbuat kebajikan)”.[13] Jelas bahwa pemuda seperti ini pada hari kiamat akan merasa aman di hadapan kesulitan hari itu. Dari sisi lain, masa muda adalah masa klimak kekuatan dan perasaan ini dalam sebagian riwayat diekspressikan dengan “mabuk kepayang”[14] dan pada sebagian lain diungkapkan dengan “gila”.[15]

Dengan alasan inilah maka pemuda harus ditempatkan pada jalur ibadah dan penghambaan kepada Allah swt. Salah satu langkah penting dalam hal ini adalah permasalahan pernikahan. Nabi saw menujukan kepada para pemuda bersabda demikian:

“?ا معشر الشباب من استطاع منکم الباه فل?تزوج فانه اغض للبصر و احصن للفرج”

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah maka menikalah karena sesungguhnya hal itu lebih dapat memalingkan pandangan dan menjaga kehormatan”.[16]

Dalam hal ini al-Qur’an menyebutkan kisah suci dan benar nabi Yusuf as bagaimana beliau di puncak masa muda membebaskan diri dari dosa.

Berkenaan dengan watak suci para muda Imam Shadiq as bersabda:

“عليک بالأحداث فانهم اسرع الي کل خير”

“Perhatikanlah para tunas pemuda karena sesungguhnya mereka lebih cepat ke arah kebaikan”.[17]

4- Kaum Wanita
“و على النساء بالحياء و العفة”

“Dan [anugerahkanlah] kepada para wanita rasa malu dan kehormatan”.

Peran kaum wanita yang tidak dapat tergantikan akan tampak ketika kita membuka kembali lembaran sejarah dan kita melihat cermat peran Fatimah Zahra’ as dan Zainab Kubra as, selanjutnya kita memperhatikan para pengikut masing-masing dari mereka seperti isteri Zuhair bin Qain di Karbala’ dan lain-lain. Adapun yang memberikan nilai lebih dan kedudukan tinggi kepada kaum wanita adalah rasa malu dan kehormatan mereka. Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Shadiq as menegaskan bahwa sumber keutamaan dan kebesaran adalah “rasa malu” dan beliau bersabda:

“المکارم عشر… و رأسهن الحباء”

“Kemulian ada sepuluh… dan yang paling utama adalah rasa malu”.[18]

Mungkin sangat jarang dapat ditemukan suatu riwayat yang ketika menyebutkan nilai-nilai akhlaki tidak menjelaskan sebutan “rasa malu”, bahkan para imam as dan para pemimpin agama menegaskan dalam hal ini; karena dengan rasa malu maka berbagai nilai akhlaki akan hidup dan sebaliknya, ketidakmaluan terutama pada kaum wanita dapat menciptakan berbagai hal yang tidak normal.

Dalam sebuah riwayat lain, Imam Shadiq as dengan menukil dari Rasulullah saw bersabda:

“خير نسائکم العففة الغلمة”

“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang menjaga kehormatan dan mencintai suami”.[19]

Pada satu riwayat dari Imam Baqir as kita membaca demikian: “Allah swt memiliki rasa malu dan mencintai orang-orang yang memiliki rasa malu”.[20] Dan dalam kasus lain disebutkan:

“الحياء خير کله”

“Malu adalah kebaikan seluruhnya”.[21]

Ketika kaum wanita menanggalkan pakaian malu dan kehormatan maka mereka akan berubah menjadi jerat-jerat setan:

“النساء حبالة الشيطان”

“Para wanita adalah jerat setan”.[22]

5- Orang-orang Kaya
“و على الاغنياء بالتواضع و السعة”

“Dan [anugerahkanlah] kepada orang-orang kaya dengan kerendahan diri [tawadhu’] dan kelapangan”.

Penyakit kekayaan dalah kesombongan (takabbur) dan kekikiran (bakhil) maka orang-orang kaya harus menyadari bahwa karena orang-orang faqir mereka memperoleh nikmat-nikmat Allah swt; sebagaimana Imam Musa bin Jakfar as bersabda: “Allah swt berfirman: “Aku tidak menjadikan orang-orang kaya sebagai kaya karena menghormati mereka dan tidak menjadikan orang-orang miskin sebagai miskin karena menghinakan mereka, akan tetapi hal ini (kefakiran dan kekayaan) merupakan suatu ujian bagi kaum faqir dan orang-orang kaya dan bila tidak ada orang-orang faqir maka orang-orang kaya tidak layak memperoleh imbalan surga””.[23]

Imam Shadiq as juga bersabda: “Orang-orang kaya Syiah kami adalah yang dipercaya atas orang-orang yang membutuhkan. Oleh karena itu jagalah kami berkenaan dengan mereka maka Allah swt akan menjaga kalian”.[24]

Orang kaya tanpa derita adalah mayat bergerak dan bukan tanpa alasan bila di dalam hadis disebutkan: “Duduk bersama orang-orang kaya dapat mematikan hati”.[25]

Demi memangkas kefakiran, Islam juga melatakkan hukum-hukum untuk harta benda dan kekayaan; di antaranya mewajibkan zakat yang merupakan tugas minimal kaum Muslimin dan bila sumber ini tidak mencukupi untuk mengangkat kebutuhan mereka, Allah swt menjadikan sumber-sumber lain; seperti pemberian shadaqah kepada kaum faqir, inilah sepert yang difirmankan oleh Allah swt:

“وَ الَّذينَ في أَمْوالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُوم ”

“Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu”.[26]

Maka “bagian tertentu” adalah selain zakat yang wajib dan harus bagi setiap orang menurut kadar kemampuannya.[27] Imam Ridha as menukil dari Imam Shadiq as bersabda:

“و لو خرج الناس زکاة اموالهم ما احتاج احد”

“Bila semua orang mengeluarkan zakat harta mereka maka tidak ada seorang pun yang membutuhkan”.[28] Imam Shadiq as juga bersabda: “Allah swt menjadikan orang-orang faqir sebagai kolega orang-orang kaya. Oleh karena itu orang-orang kaya tidak berhak mengeluarkan harta benda mereka untuk kepentingan selain keloga mereka”.[29]

Sumber: Erfan.ir

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *