Imam Khomeini: Sosok Pemimpin Teladan

 

Syiahindonesia.id – Imam Khomeini adalah sosok yang sangat istimewa. Beliau merupakan seorang yang konsisten (istiqomah) dalam keyakinan ideologinya. Imam Khomeini berpihak pada kaum tertindas, berani membentuk pemerintahan Islam di Iran dalam kondisi negara yang represif (tertekan/tertindas) dan korup.

Dalam keseharian hidupnya, Imam Khomeini mempelajari dan menekuni berbagai ilmu yang tidak umum bagi seorang ulama yakni masalah politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Beliau juga menyatakan penentangan keras terhadap system kerajaan,mengecam persekutuan beberapa rezim di dunia Islam yang bersekutu dengan Barat yaitu Amerika. Imam Khomeini menyebut Amerika sebagai Setan Besar, nyatanya sampai sekarang semakin terbukti bahwa memang Amerika itu tidak mempedulikan hak asasi manusia, soal demokrasi, amerika hanya mempedulikan politik kapitalisme.

Sikap hidup Imam Khomeini layak dicontoh, berkali-kali Imam Khomeini mengatakan bahwa pemimpin itu mempunyai persyaratan-persyaratan yang sangat ketat artinya, dia tidak boleh korup, harus adil, jujur, beragama dan menguasai ilmu-ilmu pengetahuan luas. Sebanarnya mengemban tugas kepemimpinan itu tidak semudah dibayangkan banyak orang, dalam arti kata harus bersih. Ketika imam Khomeini berhasil mencetuskan revolusi maka dia membuka kekayaannya. Lebih lagi, Imam Khomeini mengatakan, “silahkan diperiksa kekayaan saya. Selama masih hidup, saya tidak mengizinkan anak-anak saya untuk terlibat dalam pertarungan kekuasaan,” sehingga putranya Ahmad Khomeini tidak boleh mencalonkan jadi presiden, dan itu benar-benar ditaati.. arti kepemimpinan itu menjadi teladan.

Kesederhanaan Imam Khomeini menjadi kunci kepemimpinannya. Rumah beliau dipinggiran kota Qum yang sangat sederhana sekali. Imam Khomeini tak punya pemilikan pribadi kecuali buku-buku. Beberapa alat kecil untuk keperluan hidup sehari-hari yang ada dirumahnya adalah milik istrinya.bandingkan dengan pemimpin sekarang yang banyak figure pemimpin tampil di televise cenderung pamer kemewahan, penguasa pamer kemewahan sehingga materi itu menjadi berhala. Padahal kalau kita sudah bicara la ilaha illah, tidak ada yang bisa mengalahkan semua dari berhala-berhala itu. Berhala itu bukan berarti patung, bisa juga berbentuk materi, kekuasaan, dan iming-iming duniawi. “hal inilah yang sangat langka, yakni bagaimana aspek kesederhanaan Imam Khomeini semestinya dicontoh pemimpin-pemimpin, bagaimana Imam Khomeini dengan konsisten menegakkan hukum, pemberantasan Korupsi (KKN). Memang tidak seluruh yang diperjuangkan dan diidealkan dalam hal kenegaraan oleh Imam Khomeini bisa cocok di Indonesia karena budayanya berbeda, namun ada hal yang universal bisa kita ambil dari Beliau seperti keteladanan, kesederhanaan, akhlaknya, penegakkan hokum, mengutamakan kepentingan orang lain dulu daripada kepentingan dirinya sendiri.

 

Sumber: Erfan.ir

 

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *