Sayyidah Zainab Menurut Seorang Orinetalis

Sayyidah Zainab Menurut Seorang Orinetalis

Edward Montague menulis sebuah tulisan yang diterbitkan dalam beberapa media Inggris pasca Perang Dunia Kedua. Dia menulis,

” Kami telah melakukan penelitian dalam buku-buku sejarah Arab seperti Ibnu al Atsir, al Masu’di dan lainnya dari para sejarawan besar. Kami mendapatkan sebuah khutbah Sayyidah Zainab. Salah satu penggalan khutbahnya adalah ” Maka lakukanlah tipu dayamu dan berusahalah sekuatmu, demi Allah, kamu tidak (dapat) menghapus sebutan kami dan mematikan ajaran kami, dan menjangkau jarak kami “.

Edward melanjutkan, Siapakah wanita itu?. Sungguh ucapan-ucapannya dapat membelah batu keras karena kuatnya padahal dia wanita. Dia menggentarkan singgasana besar, singgasana Yazid bin Muawiyah. Sejauh yang kami ketahui tentang kehidupan Yazid, maka dia sama seperti kami, orang-orang Barat; biasa minum khamar, berpesta dengan joget malam, begadang malam dengan melakukan hubungan-hubungan seks dan lain sebagainya. Sementara Zainab seperti Bunda Maria.

Harus kita akui bahwa wanita ini menjadi sebuah ancaman besar tidak hanya terhadap singgasana Yazid, tetapi semua singgasana yang menyerupai singgasananya. Karena itu, Zainab adalah ancaman kita juga.

Dari mana Zainab memastikan bahwa Yazid tidak mampu menghapus sebutannya dan sebutan keluarganya? Sesungguhnya tantangannya itu harus dikaji dan dianalisa.

Dari mana dia mamastikan bahwa pandangannya akan menghancurkan singgasana Yazid? Bunda Maria tidak pernah menantang imperium besar dan seorang pemimpin gereja. Zainab lebih berbahaya dari Bunda Maria.

Gerangan kekuatan apa yang dimiliki olehnya sehingga dia mengancam kerajaan Yazid ?

Itu lah yang mendorong kami untuk merenung dan takut. Sesungguhnya Zainab harus mati, dan Zainab-zainab lain pun jangan terulang kembali. Jika tidak, maka kekuasaan kita akan hancur. Kita harus membunuh setiap zainab. Karena itu, kita harus mengetahui siapapun yang membawa prinsip, nilai, karakter, pikiran dan politik Zainab.

Kita harus membuat untuk wanita Zainabi sebuah perangkap untuk menghancurkannya dan mengecilkan pengaruhnya. Kita harus mendirikan sebuah kebudayaan yang dapat menjauhkan dan membatasinya sehingga dia tidak menemukan orang yang akan mengikutinya, dan pada gilirannya pengaruhnya akan mati sedikit demi sedikit dan kekuasaan kita bebas dari ancamannya.

Sahabatku, kita mensucikan Bunda Maria, tapi kita tidak memperhitungkan gerakan politiknya, tapi Zainab ini harus kita perhitungkan di atas semuanya.

Sekarang, kalian mulai paham sebab yang membuat saudara Zainab ( Imam Husain) membawanya ke medan, karena dia mengetahui bahwa perang itu tidak menyisakan dan meninggalkan sesuatu.

Kita harus membuat rencana untuk beberapa tahun ke depan demi mencabut dari Zainabi faktor yang paling kuat. Agar kita berhasil, maka kita harus menciptakan kebudayaan dan aliran yang bertentangan; kita harus membuat undang-undang dan aturan-aturan yang membantu kita dalam menjalankan recana kita. Kita harus mencari wanita yang menggantikan wanita srikandi yang besar ini dengan wanita yang menontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya lewat penampilan busana demi mengejar kepuasan materi, bentuk tubuh dan hubungan romantisme yang hanya membutuhkan kesederhanaan berpikir dan kepuasan nafsu yang besar.

Kita harus menyibukkan wanita dengan model dan segala yang baru seperti alat-alat kecantikan dan berita para perancang busana, dan menghanyutkannya dengan cerita-cerita cinta yang imajinatif. Kita harus menghilangkan darinya rasa malu dari hatinya. Semua itu tidak bisa kita wujudkan kecuali dengan kerja keras, mengelabuinya dengan model dan menggunakan istilah-istilah yang menarik sehingga wanita terpedaya, dan kemudian dia berjalan di belakangnya dengan mudah selangkah demi selangkah. Pada akhirnya, dia mempunyai anggapan bahwa jika dia tidak mengikuti arus itu akan dianggap ketinggalan zaman dan dicemooh sebagai orang kolot, dan dapat dipastikan dia akan lebih bersedih jika dianggap dan dicemooh kolot daripada dianggap sebagai wanita yang meremehkan ajaran-ajaran Islam.

Berbeda dari wanita itu adalah wanita semacam Zainab. Wanita Zainabi ini tetap tabah memiliki pemikiran yang kuat dan tidak peduli dengan model dan penampilan fisik. Wanita macam ini memegang  ajaran-ajaran Islam dan nilai-nilai spiritual. Setiap kali berhadapan dengan ajaran yang bertentangan dengan Islam, maka dia makin kokoh dan tabah.

Jika kita berhasil membebaskan wanita dari kepribadian Zainab dan pengaruh-pengaruhnya, maka itu lah awal kemenangan kita. Ketahuilah bahwa kalian tidak akan mampu mengosongkan para lelaki kaum Muslimin dari pemikikan dan ajaran ( Islami), tetapi wanita lah yang dapat mampu melakukan itu, maka serahkan lah tugas ini kepadanya, balas lah dia dengan pujian dan kata-kata yang indah dan perdengarkan lah kepadanya kata-kata yang dapat melupakannnya dari agama, seperti “ jadilah kamu seorang feminis, lembut, cantik yang disukai laki-laki “ atau “ Jadilah wanita modern dalam pemikirannya, yang mempunyai daya tarik yang menawan” dan lain sebagainya.

Buat lah untuk mereka model pakaian yang menampakkan lekukan fisiknya yang menggoda. Dengan cara ini maka secara bertahap dia akan terbiasa dengan melepaskan rasa malunya sehingga dengan mudah dia akan telanjang di hadapan muhrimnya dan bukan muhrimnya. Maka saat itu lah laki-laki akan disibukkan dengannya dan dorongan syahwat mereka akan menyala-nyala. Jika laki-laki itu  seorang pemuda, maka dia akan meninggalkan jiwa mudanya yang sadar. Jika dia seorang yang paruh baya, maka dia akan berpaling dari kearifannya.

Wanita semacam ini akan mendidik anak-anak dengan pendidikan yang kosong dari nilai-nilai Islam. Dia tidak akan mendidik mereka kecuali yang sesuai dengan keinginannya.

Kuasai lah media massa; majalah, film-film serial agar dia melakukan tugas ini dengan sempurna. Setelah beberapa tahun, beritahu lah kami, hasil-hasilnya yang mengagumkan.

Kacaukan lah padanya antara agama dan peradaban modern. Jadikan lah dia menjalankan agamanya tanpa ada pengaruhnya terhadap jiwanya. Jadikan agama hanya sebagai ritual seremonial saja.

Usahakan lah semampu kalian untuk memasukkan pemikiran yang nyinyir dalam benaknya tentang peristiwa Asyura’.( http://www.almuraqeb-aliraqi.org/2016/09/18/58843/  )

 

 

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *