Ulama Pewaris Nabi

Ulama Pewaris Nabi

Sayyid Ali Khamenei suatu hari mengetuk pintu sebuah pintu rumah, namun tak ada suara yang terdengar dari belakang pintu itu. Lalu salah seorang pengawalnya mencoba mengetuknya, juga tak suara yang terdengar dari belakangnya.
Sayyid Ali bertanya, “ Bukankah istri syahid fulan tinggal di rumah ini ? “
Para pengawal beliau menjawab, “ Benar “.
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi suara pintu besi lalu muncullah dua mata yang kecil dari lubang pintu besi itu. Ia adalah mata seorang anak perempuan yang masih kecil yang tidak tahu bagaimana tersenyum.
“ Mana ibumu, anakku “, Tanya Sayyid Ali.
“ Ibuku sakit sejak beberapa hari terbaring di tempat tidur “, jawab anak itu.
“ Tak seorangpun yang mengantarnya ke rumah sakit “. Lanjutnya.
Sayyid Ali memerintahkan para pengawalnya agar membawa istri orang syahid itu ke rumah sakit. Lalu beliau masuk ke dalam rumah itu. Rumah yang kotor, berdebu dan berantakan karena ibu itu sakit dan tidak bisa bergerak untuk membersihkan dan membereskan rumahnya.
Sayyid Ali mementa kepada para pengawal agar keluar dari rumah dan beliau sendirian di dalam rumah itu. Lalu beliau mengencangkan bajunya dan segera mengambil alat-alat pembersih rumah, dan beliau mulai membersihkannya, mengelap debu-debu dan mengangkat sampah-sampah yang ada di dalamnya dengan kedua tanngannya. Sementara salah satu tangannya lumpuh.
Para pengawal bingung dan hanya bisa menangis menyaksikan apa yang dilakukan Sayyid Ali Khamenei itu. Mereka berkata, “ Tuanku, biarlah kami yang melakukannya. Sungguh Anda telah merobek hati kami. Kami berjanji tidak akan mengabaikan para keluarga syuhada. Tolong, biar kami saja “.
Sayyid Ali menjawab, “ Jangan ucapkan itu. Ini adalah tugasku “.

*Ya Allah, berilah Pemimpin kami ini kesehatan dan panjang umur*

Share Artikel Ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *